Sabtu, 14 Mei 2011

Kurang Tidur Perburuk Diabetes

SATU lagi bukti mengenai manfaat tidur bagi kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan tidur yang berkualitas dan cukup bisa membantu menstabilkan gula darah. Karena itu, orang yang menderita diabetes disarankan untuk menata pola tidurnya.

Kurang tidur diketahui dapat berakibat atau mempunyai efek yang cukup mengganggu bagi kesehatan tubuh manusia. Hal itu karena saat seseorang tidur, tubuh akan melakukan detoksifikasi alami untuk mengusir racun dalam badan. Apalagi bagi pasien diabetes.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, jika kurang tidur,kadar glukosa darah makin meninggi dan akan lebih sulit mengendalikan penyakitnya. Peneliti membandingkan 40 pasien diabetes tipe 2 dengan 531 orang tanpa diabetes.

Para peneliti mengamati hubungan potensial antara kualitas tidur, kadar glukosa darah, dan tindakan lain dalam pengendalian diabetes.

“Kami menemukan pada mereka dengan diabetes, ada hubungan antara kurang tidur dan kadar glukosa yang lebih buruk,” kata pemimpin penelitian Kristen Knutson, seorang asisten profesor di University of Chicago, Amerika Serikat.

“Kami tidak melihat hubungan itu pada orang tanpa diabetes,” tambahnya seperti dikutip HealthDay.

Kesimpulan studi ini diterbitkan dalam edisi Mei jurnal Diabetes Care. Penelitian sebelumnya telah menemukan beberapa hubungan antara diabetes dan kualitas tidur. Knutson menuturkan, hal itu hanya sebuah keterkaitan, tidak menyebabkan hubungan sebab dan akibat.

“Ini menunjukkan bahwa pasien diabetes lebih rentan terhadap efek gangguan tidur,” imbuhnya.

“Tapi itu bisa dilihat dengan cara baik. Bagi yang tidak mengontrol diabetes mereka, dapat mengalami gangguan tidur lebih buruk daripada mereka yang melakukannya,” lanjut Knutson.

“Kita perlu melihat lebih dekat peran tidur dalam diabetes,” tambahnya.

Untuk penelitian ini, Knutson memantau pola tidur partisipan dengan monitor aktivitas yang dipasang di pergelangan tangannya. “Jika dia banyak menggerakkan lengan, berarti dia masih bangun,” tuturnya.

Para peserta studi juga melaporkan kualitas tidur mereka. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan diabetes yang memiliki masalah tidur memiliki kadar 23 persen lebih tinggi pada glukosa puasanya, 48 persen lebih tinggi kadar insulin puasa, dan resistensi insulin 82 persen lebih tinggi daripada mereka dengan diabetes yang tidur normal.

“Temuan ini cenderung merefleksikan apa yang dilihat dalam praktik klinis,” kata Dr Joel Zonszein, Direktur Diabetes Center di Montefiore Medical Center, New York, Amerika Serikat.

Namun, dia mengungkapkan bahwa hasil tersebut tidak menjawab pertanyaan “ayamtelur”. “Mereka tidak dapat memberi tahu kami apakah kadar gula akan lebih tinggi karena tidur yang buruk atau pasien yang memiliki gula lebih tinggi akan menderita gangguan tidur. Atau ada faktor lain yang menyebabkan itu,” ucap Zonszein.

Sering kali, Zonszein mencatat, orang-orang dengan diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan dan orang yang kegemukan umumnya dapat merusak kualitas tidur. Obesitas diketahui terkait dengan penyakit apnea tidur -pasien sering berhenti bernapas pada malam hari dan kemudian terbangun.

Menurut Zonszein dan Knutson, pesan yang ingin disampaikan dalam studi ini adalah bahwa pasien diabetes harus memerhatikan kualitas tidur mereka.

“Jika tidak ada penelitian tentang tidur yang telah dilakukan, mereka (pasien diabetes) mungkin ingin bertanya kepada dokter (tentang apa yang harus dilakukan,” kata Zonszein.

Mengurangi stres, yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, harus menjadi tujuan lain bagi pasien diabetes yang kurang tidur. “Banyak orang yang stres, dan mereka tidak tidur dengan baik,” tambahnya. “Jangan menunggu dokter untuk bertanya tentang waktu tidur,” kata Knutson.

“Orang dengan diabetes perlu memikirkan pola tidur dengan serius dan berbicara dengan dokter tentang hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, penelitian sebelumnya menyebutkan, seseorang yang kurang tidur kurang dari enam jam sehari, memiliki kemungkinan tiga kali lipat mengalami diabetes dan penyakit jantung.

Studi yang dilakukan tim peneliti dari Warwick Medical School dan State University of New York, Buffalo, New York, Amerika Serikat telah menemukan fakta bahwa tidur singkat berhubungan dengan peningkatan risiko pra-diabetik, yang dikenal dengan istilah incident-impaired fasting glycaemia (IFG).

IFG berarti bahwa tubuh Anda tidak mampu mengatur kadar glukosa seefisien seperti yang seharusnya dilakukan. Mereka yang mengalami IFG memiliki risiko lebih besar menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke.

Studi yang mengamati data dari 1.455 partisipan yang terdaftar dalam Western New York Health Study selama enam tahun ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Epidemiology. Semua partisipan berusia antara 35 hingga 79 tahun, dan mereka menyelesaikan pemeriksaan klinis yang meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan.

Mereka juga menyelesaikan kuisioner seputar kesehatan umum dan pola tidurnya. Ketua tim peneliti di Warwick Medical School, Dr Saverio Stranges, mengatakan, tidur kurang dari enam jam berhubungan erat dengan peningkatan risiko tiga kali lipat mengalami IFG dibandingkan dengan mereka yang rata-rata tidur selama enam hingga delapan jam dalam semalam.

Studi ini adalah yang pertama yang mengamati hubungan antara durasi tidur dan IFG. Menurut Stranges, ada beberapa cara di mana kehilangan waktu tidur dapat memicu kekacauan metabolisme glukosa.

“Beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa waktu tidur singkat mengakibatkan kenaikan 28% tingkat nafsu makan yang merangsang hormon ghrelin yang memengaruhi kebiasaan makan. Sejumlah studi lainnya juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan toleransi glukosa dan meningkatkan produksi kortisol, yaitu hormon yang mempengaruhi tingkat stres,” imbuhnya.

source :okezone

STRUKTUR PASAR


STRUKTUR PASAR
Pengertian
pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.
Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.
Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Struktur pasar Dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:
1. Pasar Persaingan Sempurna
pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya atau tidak terbatas.
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

2. Pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri atas:
 Pasar monopoli
Pasar monopoli adalah bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal.

Macam-macam pasar monopoli

·         Alamiah : Muncul karena keadaan alam yang khas.
·         Undang-Undang : Muncul karena pemberlakuan kebijakan / Undang-Undang.
Terdiri dari :
— Monopoli negara
— Hak cipta
— Hak paten
— Hak merk
·         Masyarakat : Muncul karena kepercayaan masyarakat.
·         Penguasaan teknologi dan tenaga ahli : Muncul karena menguasai teknologi dan tenaga ahli.
·         Kemampuan efisiensi : Muncul karena mampu menghemat / biaya produksi.
·          Penguasaan bahan baku : Muncul karena menguasai bahan baku.
Ciri-ciri pasar monopoli
·         Terdapat satu penjual
·         Harga ditentukan penjual (monopoli)
·         Perusahaan lain sulit memasuki pasar
·         Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
·         Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat
Kebaikan dan keburukan pasar monopoli

Kebaikan :
·         Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
·         dapat meningkatkan daya saing bilamonopoli diperoleh karena kemampuan efisiensi
·         Mudah mengontrol kepentingan orang banyak bila monopoli dilakukan Negara
·         Dapat meningkatkan inovasi (penemuan baru) bila monopoli terbentuk karena pemberian hak cipta dan hak paten
Keburukan :
·         Perusahaan lain sulit memasuki pasar
·         Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
·         Jumlah produk tergantung monopolis
·         Monopolis umumnya bertindak boros
·         Timbul eksploitasi terhadap pemilik faktor produksi dan pembeli/konsumen
Pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Ciri-ciri pasar oligopoli
·         Terdapat beberapa penjual
·         Barang yang dijual homogen atau beda corak
·         Sulit dimasuki perusahaan baru
·         Membutuhkan peran iklan
·         Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
·         Harga jual tidak mudah berubah

Macam-macam pasar oligopoli
1)     Oligopoli murni : menjual barang yang homogen.
Contoh : pasar semen
2)     Oligopoli diferensial : menjual barang yang berbeda corak.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor

Kebaikan dan keburukan pasar oligopoli

Kebaikan :

·         Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
·         Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
·         Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual
·         Adanya penerapan teknologi baru

Keburukan :

·         Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan

Kamis, 12 Mei 2011

Tidur Tengkurap,bikin Wajah Mudah Keriput

KERIPUT menjadi momok wanita, apalagi jika usia fisik belum pantas bagi kemunculan keriput. Banyak mitos kemudian beredar seputar penuaan dini, termasuk tidur tengkurap.

“Mitos soal tidur tengkurap bikin wajah gampang berkeriput, sampai taraf tertentu ada betulnya. Tapi masalah keriput sebenarnya muncul lebih karena faktor usia,” kata Dr Eddy Karta SpKK pada media briefing soal penuaan dini di Pond’s Institute, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).

Namun ditegaskan Dr Eddy, tidur tengkurap bisa meninggalkan lekuk pada kulit wajah akibat tekanan terus-menerus, selama berjam-jam, pada alas tidur, seperti kasur, matras, tikar, ataupun benda keras seperti lantai.

“Posisi tidur tengkurap meninggalkan garis lekukan di wajah. Muka ‘penyok’ istilahnya,” jelas dokter yang berpraktik di RSCM ini.

Dr Eddy mengatakan, posisi tidur miring juga menyebabkan hal yang sama. Posisi tidur yang sama dan dilakukan terus-menerus juga meninggalkan garis lekukan wajah yang nyata.

“Kalau ada pasien datang mengeluhkan kulit wajah, saya pasti bisa tebak posisi tidurnya, ‘Bapak selalu tidur miring kiri ya?’. Soalnya, wajah bagian kanannya tidak ada lekukan,” ujarnya.

“Ada baiknya, kalau ingin tidur miring, seimbangkan kanan dan kiri. Sebab, kalau usia Anda antara 30-40 tahun, lekukan pada wajah nyata akan terlihat dalam beberapa bulan,” ulasnya.

Bagaimana dengan mitos tidur tanpa batal membuat kulit awet muda? “Penggunaan bantal yang mengikuti lekuk leher atau seperti yang dilakukan orang Jepang yang kalau tidur pakai pengganjal leher, itu alasannya lebih kepada ergonomis, untuk kesehatan. Bukan untuk kecantikan atau awet muda,” tegasnya.


source :okezone

Terlalu Lama di Depan Komputer Bikin Wanita Menua


Duduk di hadapan layar komputer selama berjam-jam membuat rahang menjadi kendur karena biasanya wanita hanya duduk dalam satu posisi untuk jangka waktu yang panjang. Keadaan kian diperparah karena dalam keadaan tersebut biasanya wanita berkonsentrasi keras, sehingga akhirnya mereka lupa untuk berekspresi dan lebih banyak merengut dalam sebagian besar waktunya. Lambat laun, kerutan di dahi mereka dan keriput di sekitar mata seperti yang mereka takutkan justru bermunculan. Efek untuk jangka panjang yang kedua adalah leher yang selalu siaga dalam posisi “turtle neck” ketika berada di depan komputer membuat otot leher pun menjadi pendek dan kendur karena terlalu sering membungkuk.

Untuk menyiasati hal tersebut, lakukan lima aktivitas berikut:
1. Jangan menatap layar terlalu lama
2. Cobalah untuk memutar leher Anda setiap setengah jam sekali
3. Bangun dari kursi Anda dan cobalah untuk berjalan-jalan di sekitar sejenak
4. Bergeraklah dan sesuaikan tubuh Anda sambil duduk di kursi Anda
5. Gerakkan bahu Anda dalam interval yang reguler
6. Usahakan untuk tidak membungkuk saat menghadap layar
7. Gerakkan otot-otot wajah Anda jika Anda Anda merasa memiliki ekspresi yang sama untuk waktu yang lama.

Saran ahli

Ahli bedak kosmetik dan konsultan Dr Anshurman Manaswi menyatakan bahwa menggunakan komputer selama berjam-jam akan berakibat tidak hanya pada kerusakan kulit tapi juga masalah lain.

“Wanita yang duduk dalam posisi tertentu untuk jangka panjang bisa berpotensi merusak postur mereka terutama jika tidak ada gerakan otot leher atau gerakan bahu sesering mungkin. Ini bisa sangat berbahaya. Melakukan olahraga tubuh di bagian atas sambil duduk atau mengambil istirahat sejenak sangat disarankan,” katanya.

Dari sudut panjang ilmiah, Dr Mohan Tohomas, ahli bedah kosmetik lainnya mengatakan, “Alasan utama perubahan pada kulit adalah karena ekspresi Anda saat bekerja di depan PC dan juga gelombang elektromagnetik yang memancar dari layar komputer. Kedua faktor tersebut menyebabkan timbulnya samar-samar garis di wajah. Karena Anda terlalu asyik mengerjakan pekerjaan, Anda cenderung melupakan ekspresi wajah Anda. Faktor kedua, radiasi elektromagentik memengaruhi pori-pori kulit. Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah dengan mencuci wajah Anda setelah menggunakan komputer dan melembapkannya dengan sentuhan pijatan lembut sejenak."

source :okezone

Kamis, 05 Mei 2011

PENDAPATAN NASIONAL


Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
  • Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
  • Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  • Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
  • Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

 

Perputaran Roda Perekonomian

Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut, yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan mengalami
pertumbuhan yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang menerima pendapatan tersebut.
Pengeluaran Agregat (Aggregate Spending)
Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate (Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa. Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu:
a. pengeluaran konsumsi rumah tangga,
b. pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis),
c. pengeluaran pemerintah, dan
d. permintaan luar negeri.
Berikut akan diuraikan satu persatu dari komponen Agregat Demand atau Agregat Spending tersebut.
  • Pengeluaran Konsumsi
Merupakan bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari total GDP. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama (durable goods) seperti mobil, barang tidak tahan lama (nondurable goods), dan jasa (services). Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang /jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Dalam penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP.
·         Pengeluaran Pemerintah
Yang termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang baru diproduksi.
  • Pengelauran Investasi
Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah dengan perobahan persediaan (inventory changes). Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa mendatang. Contohnya adalah pembelian barang investasi, peralatan, dan pembangunan rumah baru. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi.
  • Permintaan Ekspor Bersih (Net Export)
Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X – M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing.
Dalam GDP yang dihitung adalah net ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali (double counting). Barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga, investor, dan pemerintah tidak semuanya diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang yang dibeli tersebut berasal dari luar negeri. Jadi komponen pengeluaran aggeregate yang diuraikan diatas - pengeluaran rumah tangga, investor dan pemerintah – sebagiannya adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing atau bukan merupakan GDP Indonesia. Karena itu untuk mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi dengan impor agar barang import tidak terhitung sebagai GDP kita, karena yang termasuk dalam GDP Indonesia adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang produksi dalam negeri, ditambah dengan belanja barang investor, ditambah belanja barang pemerintah dan ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke luar negeri. Barang-barang import yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri tidak bisa dihitung sendiri karena telah masuk dalam perhitugan jumlah konsumsi. Nilai barang import ini tentu sama dengan jumlah nilai barang yang diimport yang tercatat di Bea dan Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari angka export maka sama dengan mengeluarkannya dari angka konsumsi barang import.
Perhitungan pendapatan Nasional
Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut ;
  1. Pendekatan pendapatan. Dalam pendekatan ini,pendapatan nasional diperoleh dari penjumlahan kompensasi untuk pekerja,keuntungan perusahaan,pendapatan usaha perorangan,pendapatan sewa,dan bunga netto
  2. Pendekatan produksi.Dalam pendekatan ini,pendapatan nasional diperoleh dari penjumlahan nilai tambah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor di dalam perekonomian
  3. Pendekatan pengeluaran.Dalam pendekatan pengeluaran,pendapatan nasional diperoleh dari penjumlahan nilai pasar dari seluruh permintaan akhir (final demand) atas output yang dihasilakan di dalam perekonomian yang pada harga yang berlaku.Komponen pendapatan nasional dengan pendekatan metode pengeluaran adalah sebagai berikut,pengeluaran konsumen rumah tangga (C),pengeluaran investasi (I),tabungan (S),pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa (G), serta ekspor netto (X - M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Terdapat tiga cara yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu :
a.      Metode Pengeluaran
Metode ini banyak digunakan di negara-negara maju. Cara pehitungannya adalah dengan membagi sektor perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
b.     Metode Pendapatan
Metode ini diperoleh dari pendapatan para pekerja, pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.
c.      Metode Produksi
Metode ini diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang dibuat oleh sebuah perusahaan di berbagai jenis usaha.
Selain bertujuan untuk mengukur kesejahteraan suatu negara dan untuk mendapatkan data-data tentang pendapatan suatu negara, perhitungan pendapatan nasional suatu negara juga memiliki banyak tujuan antara lain untuk meneliti struktur perkonomian suatu negara.
Manfaat dan Keterbatasan Perhitungan PDB

a. Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran

Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00.
Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.

Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.

Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.
Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.

b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial

Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.

Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.

c. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas

Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1) Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.

2) Jumlah dan struktur kesempatan kerja :
Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.

3) Faktor-faktor nonekonomi :
Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.

d. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)

Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.

Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.



Senin, 02 Mei 2011

Pewarna Rambut Berisiko Kanker

MENGUBAH-UBAH warna rambut secara rutin menggunakan berbagai zat warna dan zat kimia lainnya di salon dan barber shop berisiko meningkatkan timbulnya gejala kanker. Pasalnya, zat-zat kimia dan pewarna yang digunakan termasuk kategori karsinogen atau penyebab kanker.

Kesimpulan itu disampaikan International Agency for Research on Cancer (IARC), sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Badan Kesehatan Dunia (WHO), dipublikasikan dalam Lancet Oncology pekan ini.

Kesimpulan itu berdasarkan riset epidemiologi yang telah dilakukan IARC sejak 1993 dan dilakukan secara berkala sampai sekarang.

"IARC secara berkala selalu melakukan klasifikasi berbagai jenis zat kimia penting yang sering digunakan rutin oleh masyarakat untuk mengetahui sejauh mana keamanannya bagi kesehatan manusia. Untuk itu, kami meminta agar para pekerja yang menggunakan zat kimia, termasuk pewarna rambut berhati-hati dan selalu menggunakan sarung tangan. Hal itu bermanfaat mengurangi risiko berbagai gangguan yang ditimbulkan," papar Dr Michael Thun, Wakil Presiden Riset Epidemiologi, Lembaga Kanker Amerika.

Pada 1993, IARC pernah menemukan adanya gejala bahwa para penata rambut dan tukang pangkas rambut sangat rentan terkena kanker karena sering bersentuhan dengan zat kimia dan pewarna rambut.

Namun, saat itu IARC belum bisa membuktikan secara signifikan sehingga terus dilakukan riset yang komprehensif. Kini, IARC memiliki bukti yang cukup kuat keterkaitan antara zat kimia serta pewarna rambut dan potensi risiko timbulnya kanker.

Dalam penelitian yang dilakukan IARC itu ditemukan beberapa produk yang sering digunakan para penata rambut dan tukang pangkas rambut, seperti zat pewarna, zat pencuci rambut, bahan karet sintetis, zat kimia pengering yang berisiko menyebabkan kanker pada manusia.

Dalam skala laboratorium dengan menggunakan tikus putih sebagai bahan percobaan, zat-zat kimia tersebut menimbulkan tumor.

Dalam sejumlah riset lain, meningkatnya risiko kanker semakin kuat dengan adanya penggunaan zat warna permanen dan zat pewarna dengan warna yang pekat. Karena itulah, IARC mengategorikan zat pewarna rambut dan bahan kimia yang sering digunakan untuk menata rambut sebagai zat berisiko menimbulkan kanker pada manusia.

Bukan hanya pada pengguna, orang yang sering kontak dengan zat-zat kimia tersebut pun memiliki risiko yang sama. Para penata rambut dan tukang pangkas rambut, khususnya pekerja lelaki, berisiko terkena kanker kandung kemih.

"Namun, bagaimana pewarna itu bisa memicu kanker, sejauh ini belum ada penjelasan yang detail. Apakah itu akibat penggunaan zat kimia pada masa lalu dan sudah tak digunakan lagi atau penggunaan secara kontinu untuk produk-produk sejenis," papar Thun. Hal itu merujuk pada penggunaan zat pewarna rambut yang dibuat pada 1970-an dan masih digunakan sampai kini karena tak terbukti menyebabkan kanker.

Beberapa penelitian menambahkan, penggunaan berbagai zat kimia untuk rambut juga berisiko menyebabkan leukimia, myeloma, hodgkin, lymphoma hodgkin, kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker mulut rahim. Namun, IARC menyatakan, penelitian itu belum mempunyai bukti ilmiah yang kuat. IARC juga menyarankan agar semua orang lebih arif menggunakan berbagai zat kimia tersebut.

source : okezone